GREAT Edunesia (GEN) Dompet Dhuafa telah mengimplementasikan berbagai program budaya yang bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan seni serta budaya lokal di Indonesia. Keunggulan dari program-program budaya Dompet Dhuafa terletak pada pendekatan holistik yang melibatkan berbagai aspek, termasuk pengembangan kapasitas, dukungan infrastruktur, dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat. Program-program ini tidak hanya fokus pada pelestarian budaya, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Dengan demikian, dampak yang dihasilkan sangat luas dan berkelanjutan, mencakup peningkatan prestasi, kesadaran budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Kampung Silat Jampang Program Pelestarian Budaya Silat yang dimiliki Dompet Dhuafa yang berdiri sejak 2008,tergabung di dalamnya 60 Perguruan silat dengan berbagai aliran dan tersebar di Jabodetabek.
Kampung Silat Jampang (KSJ) berkomitmen dalam pelestarian budaya dan pengembangan budaya silat yang keberadaannya sudah diakui Oleh UNESCO sejak tahun 2019 sebagai Warisan Budaya Tak Benda. KSJ juga konsen pada pemberdayaan pesilat dari berbagai perguruan yang tergabung di dalamnya. KSJ mengedepankan nilai-nilai moral dan karakter sehingga pesilat tidak hanya kuat secara fisik saja tapi juga berbudi luhur (Akhlaqul Karimah)
Adapun Program yang ada didalam KSJ meliputi :
Kampung Silat Jampang di tahun 2025 ini meluncurkan Buku Inspirasi Dari Belantara Parahyangan “Tradisi Pencak Silat Jawa Barat” Aliran Sera dan Cikalong.
Buku ini terdiri dari 8 Bab dengan rincian sebagai berikut :
Sanggar Suluk Nusantara Program Pelestarian Budaya yang bermula dari Gamelan Wakaf yang diperoleh oleh Dompet Dhuafa pada tahun 2018. Suluk berarti Jalan, artinya Adalah Jalan Mengenal Tuhan melalui Budaya Nusantara. Sanggar Suluk Nusantara ini berlokasi di Perum Depok Mulya 1.
Kegiatan di Sanggar Suluk Nusantara meliputi :
Sanggar Suluk Nusantara pada tahun 2025 meluncurkan buku :
“Melestarikan Budaya Merawat Jiwa”
Buku berisikan Kisah Inspiratif Komunitas Sanggar Budaya Suluk Nusantara tentang awal mulanya Suluk Nusantara dan juga kisah inspiratif anggota-anggota sanggar yang terus bersemangat berlatih di Sanggar Suluk Nusantara.
Suluk Nusantara tampil di Disability Fair 2025 yang diselenggarakan oleh LKC Purwokerto, acara ini dilaksanakan pada 6 Desember 2025 di Halaman RRI Purwokerto dan disiarkan langsung di youtube RRI Purwokerto
Sanggar Suluk Nusantara menampilkan Angklung, Tari Sekar Puri dan Tari Sukoretno Acara dihadiri masyarakat umum, para penyandang disabiitas dan juga
Penerima Manfaat Sanggar Suluk Nusantara : 250 Jiwa
Penerima Manfaat : 300 Jiwa
Pada 2023, sebanyak 32.545 orang menjadi penerima manfaaat Leadership Project BAKTI NUSA angkatan 12. Total penerima manfaat leadership project berbasis daring sebanyak 47.151 dengan total konten media sosial sebanyak 2.723.
Guna memasifkan pesan dan dampak leadership project bagi masyarakat luas, para penerima manfaat BAKTI NUSA 12 berkolaborasi dengan 263 mitra strategis di seluruh wilayah program.
BAKTI NUSA juga telah melahirkan lebih dari 600 alumni program sejak angkatan pertama yang berkiprah di berbagai sektor profesi strategis meliputi dokter, entrepreneur, dosen, peneliti, influencer, ekonom hingga politisi. Berikut beberapa alumni yang berkiprah di masyarakat: Mustopa Patapa, Alumni BAKTI NUSA 2 Palembang, Founder & CEO KULAKU INDONESIA; Al Fath Bagus Panuntun El Nur Indonesia, Alumni BAKTI NUSA 6 Yogyakarta, Dosen FISIP Universitas Gadjah Mada; Muhammad Farhan Azis, Alumni BAKTI NUSA 10 Malang, Politisi Calon Anggota Legislatif DPRD Kota Serang. Saat ini, alumni telah menginisiasi terbangunnya wadah alumni bernama Forum Alumni Beasiswa Aktivis sebagai ruang interaksi hingga aksi kontribusi.