PENGEMBANGAN BUDAYA

Pelopor dalam Menghidupkan Tradisi Nusantara

GREAT Edunesia (GEN) Dompet Dhuafa telah mengimplementasikan berbagai program budaya yang bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan seni serta budaya lokal di Indonesia. Keunggulan dari program-program budaya Dompet Dhuafa terletak pada pendekatan holistik yang melibatkan berbagai aspek, termasuk pengembangan kapasitas, dukungan infrastruktur, dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat. Program-program ini tidak hanya fokus pada pelestarian budaya, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Dengan demikian, dampak yang dihasilkan sangat luas dan berkelanjutan, mencakup peningkatan prestasi, kesadaran budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Kampung Silat Jampang Program Pelestarian Budaya Silat yang dimiliki Dompet Dhuafa yang berdiri sejak 2008,tergabung di dalamnya 60 Perguruan silat dengan berbagai aliran dan tersebar di Jabodetabek.

Kampung Silat Jampang (KSJ) berkomitmen dalam pelestarian budaya dan pengembangan budaya silat yang keberadaannya sudah diakui Oleh UNESCO sejak tahun 2019 sebagai Warisan Budaya Tak Benda. KSJ juga konsen pada pemberdayaan pesilat dari berbagai perguruan yang tergabung di dalamnya. KSJ mengedepankan nilai-nilai moral dan karakter sehingga pesilat tidak hanya kuat secara fisik saja tapi juga berbudi luhur (Akhlaqul Karimah)

Adapun Program yang ada didalam KSJ meliputi : 

  • KSJ Akademi yang melatih anak-anak berbagai Teknik dan Gerakan Silat Tunggal IPSI agar siap jika diturunkan pada kejuaraan-kejuaraan nasional.
  • KSJ Championship yang merupakan Kejuaraan Silat Prestasi untuk Putera dan Puteri yang terbagi 2 kategori : Tanding dan Tunggal untuk Pra Usia Dini, Usia Dini 1, Usia Dini 2, Pra Remaja dan Remaja. Pada Kejuaran tahun ini terjaring sebanyak 936 peserta pada KSJ Championship 2025 yang diadakan pada 22 – 23 November 2025 di GOR Kota Depok. 
  • Latihan Silat Rutin bagi Para Karyawan/Insan DD Net 
  • Lebaran Jawara : Hajat seluruh perguruan yang diadakan di Bulan Syawal, menjadi etalase unjuk kemampuan, kreatifitas dan juga produk-produk yang dimiliki oleh berbagai perguruan. 
  • Tutorial dan Edukasi dari berbagai kegiatan di Perguruan, salah satunya Adalah pengobatan tradisional yang dimiliki oleh Perguruan Pensimatoga yaitu Pengobatan dengan cara berendam di air kelapa yang dipanaskan di dalam tungku, yang diyakini sebagai bentuk dari ikhtiar menghilangkan racun dalam tubuh.
  • Penampilan Silat Perguruan KSJ ditampilkan pada acara kelembagaan Dompet Dhuafa, salah satunya saat peringatan Kemerdekaan  RI ke- 80 di Perguruan Islam Al-Syukro. 
  • KSJ Support kegiatan Perguruan Silat yang berada di lingkungan KSJ.

Kampung Silat Jampang di tahun 2025 ini meluncurkan Buku Inspirasi Dari Belantara Parahyangan “Tradisi Pencak Silat Jawa Barat” Aliran Sera dan Cikalong.

Buku ini terdiri dari 8 Bab dengan rincian sebagai berikut : 

  1. Pencak Silat, Budaya Luhur yang Memudar 
  2. Menyelami Sejarah dan Tradisi Pencak Silat 
  3. Tradisi Pencak Silat : Seni Bersikap dan Bela Diri dalam Kehidupan 
  4. Hikayat Aliran Pencak Silat di Nusantara 
  5. Empat Aliran Utama Pencak Silat di Jawa Barat : Cimande, Sahbandar, Meditasi, Sera, Cikalong 
  6. Aliran Pencak Silat Sera
  7. Maenpo Cikalong 
  8. Menanamkan Nilai Ajaran Silat dan Urgensi Dokumentasi

Sanggar Suluk Nusantara Program Pelestarian Budaya yang bermula dari Gamelan Wakaf yang diperoleh oleh Dompet Dhuafa pada tahun 2018. Suluk berarti Jalan, artinya Adalah Jalan Mengenal Tuhan melalui Budaya Nusantara. Sanggar Suluk Nusantara ini berlokasi di Perum Depok Mulya 1.

Kegiatan di Sanggar Suluk Nusantara meliputi : 

  • Gamelan & Tembang : Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Rabu pada tiap minggu. Anggota Sanggar yang berlatih mayoritas Adalah Lansia yang berjumlah sebanyak 30 orang yang datang dari berbagai daerah di Depok. pelatih gamelannya sudah berusia 82  tahun. Gamelan diperkiraan sudah ada sejak abad ke-8 atau bahkan sebelumnya.  Pada masa Walisongo menyebarkan Islam di Jawa pendekatan budaya melalui seni musik, termasuk gamelan dan tembang digunakan sebagai media dakwah agar mudah diterima oleh Masyarakat Jawa pada saat itu. Diantara tembang yang terkenal Adalah Tombo Ati dan Ilir-Ilir karya dari Sunan Bonang. 
  • Tari Klasik : Tari Klasik Adalah Tarian Tradisional yang berkembang di lingkungan keraton yang memiliki aturan baku yang diwariskan turun-temurun. Tarian dianggap klasik karena bentuk, Gerak dan Estetikanya sudah mapan dan dijaga keasliannya.
    Latihan Tari dilaksanakan setiap hari Jumat pada setiap pekannya. 
  • Angklung : Merupakan Alat Tradisional Jawa Barat terbuat dari Bambu yang dimainkan dengan cara digoyangkan sehingga menimbulkan suara Klung. Kegiatan Latihan angklung di Suluk Nusantara sudah berjalan hampir 2 tahun dan diikuti oleh Anggota Sanggar Suluk dan ibu-ibu sekitar Sanggar, anggota Angklung sekitar 35 orang yang berlatih setiap Senin minggu ke-2 dan ke-4
  • Keroncong : Keroncong adalah genre musik tradisional Indonesia yang menggunakan instrumen petik seperti ukulele (cak & cuk), gitar, cello pizzicato, biola, flute, dan kontrabas. Kegiatan Keroncong di Suluk Nusantara diikuti oleh para anggota Sanggar, dilaksanakan setiap hari Senin minggu ke-1.
    Kegiatan Keroncong diikuti sekitar 25 orang.

Sanggar Suluk Nusantara pada tahun 2025 meluncurkan buku :

“Melestarikan Budaya Merawat Jiwa”

Buku berisikan Kisah Inspiratif Komunitas Sanggar Budaya Suluk Nusantara tentang awal mulanya Suluk Nusantara dan juga kisah inspiratif anggota-anggota sanggar yang terus bersemangat berlatih di Sanggar Suluk Nusantara.

Suluk Nusantara tampil di Disability Fair 2025 yang diselenggarakan oleh LKC Purwokerto, acara ini dilaksanakan pada 6 Desember 2025 di Halaman RRI Purwokerto dan disiarkan langsung di youtube RRI Purwokerto

Sanggar Suluk Nusantara menampilkan Angklung, Tari Sekar Puri dan Tari Sukoretno Acara dihadiri masyarakat umum, para penyandang disabiitas dan juga 

Penerima Manfaat Sanggar Suluk Nusantara : 250 Jiwa

Serambi Budaya

  1. Pelestarian Budaya Sinrilik di Pare-pare : Sinrilik adalah  istilah  yang merujuk  pada  tradisi  lisan atau  cerita  rakyat yang berkembang  di  kalangan  masyarakat  Indonesia,  terutama  di  daerah  Sulawesi Selatan. Dalam konteks sejarah, sinrilik juga menjadi sarana untuk mengenalkan tokoh-tokoh penting dalam sejarah daerah, serta membangun identitas budaya dan kebanggaan lokal.Workshop Pelatihan Sinrilik ini adalah langkah nyata dalam rangka meningkatkan literasi budaya, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi salah satu media pengembangan diri bagi guru-guru Sekolah Dasar maupun  Sekolah  Menengah  Pertama  (khusus  guru  seni  budaya  dan  guru  bahasa daerah). Guru-guru akan dibimbing teknik bertutur oleh expertise, menggunakan alat musik  tradisional  keso-keso,  workshop  ini  dapat  membantu  para  guru untuk memiliki metode yang baru dalam pengajaran aksara lontara dan siswa-siswi tak lagi merasa bosan pada saat pelajaran bahasa daerah. Jika memungkinkan Workshop ini juga nantinya menjadi salah satu ruang untuk menciptakan pendongeng di kalangan sekolah yang nantinya akan membantu syiar melalui “sedekah dongeng”Tujuan dari program ini :
    • Memperkenalkan metode baru mengajarkan bahasa daerah dengan metode bertutur
    • Meningkatkan  pengenalan  budaya  dan  pelestarian  budaya bertutur
    • Menjadi salah satu media pengembangan diri bagi guru-guru Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Pertama (khusus guru seni budaya dan guru bahasa daerah)
    • Membangun  kepercayaan  masyarakat  terhadap  Dompet Dhuafa melalui program budaya

      Penerima Manfaat : 15 Orang

  2. Angklung Srikandi Dompet Dhuafa : Program pelestarian musik angklung yang dilakukan di lingkungan Dompet Dhuafa, program ini salah satu pendukung untuk kegiatan lembaga seperti : Halal Bihalal, Milad dan juga acara kelembagaan lainnya. Diikuti oleh sekitar 30 Insan Dompet Dhuafa.
  3. Pertemuan Penulis Ajatapareng 2025 : Program Literasi Budaya yang mengumpulkan penulis Se-Ajatapareng dan menghasilkan Antologi Puisi SIPAKAMASE
    Penerima manfaat : 300 jiwa

  4. Buku Bali Slam : Buku yang mengisahkan sejarah Islam di Pulau Dewata, buku ini menyingkap tabir yang lama terkubur, jejak-jeak Islam di tanah Bali yang terlupakan oleh narasi besar sejarah.

    Penerima Manfaat : 300 Jiwa

Wilayah Program
0
Kampus
0
Mahasiswa
0
Adik Asuh
0

Rekam Jejak Manifestasi Tempaan Kepemimpinan

Pada 2023, sebanyak 32.545 orang menjadi penerima manfaaat Leadership Project BAKTI NUSA angkatan 12. Total penerima manfaat leadership project berbasis daring sebanyak 47.151 dengan total konten media sosial sebanyak 2.723.

Guna memasifkan pesan dan dampak leadership project bagi masyarakat luas, para penerima manfaat BAKTI NUSA 12  berkolaborasi dengan 263 mitra strategis di seluruh wilayah program.

orang
0

Mitra Kerjasama

BAKTI NUSA

BAKTI NUSA juga telah melahirkan lebih dari 600 alumni program sejak angkatan pertama yang berkiprah di berbagai sektor profesi strategis meliputi dokter, entrepreneur, dosen, peneliti, influencer, ekonom hingga politisi. Berikut beberapa alumni yang berkiprah di masyarakat:  Mustopa Patapa, Alumni BAKTI NUSA 2 Palembang, Founder & CEO KULAKU INDONESIA; Al Fath Bagus Panuntun El Nur Indonesia, Alumni BAKTI NUSA 6 Yogyakarta, Dosen FISIP Universitas Gadjah Mada; Muhammad Farhan Azis, Alumni BAKTI NUSA 10 Malang, Politisi Calon Anggota Legislatif DPRD Kota Serang. Saat ini, alumni telah menginisiasi terbangunnya wadah alumni bernama Forum Alumni Beasiswa Aktivis sebagai ruang interaksi hingga aksi  kontribusi.

Mitra Kampus

BAKTI NUSA

Galeri

Pemberdayaan Budaya