BAKTI NUSA

Menempa Pemimpin Muda, Menghidupkan Gerak Perubahan

Dalam lanskap sosial Indonesia yang terus berubah, BAKTI NUSA meneguhkan eksistensi dirinya sebagai program penumbuhan kepemimpinan aktivis mahasiswa (leadership growth of activist). Tak hanya itu, Ia menjelma menjadi gerakan pendidikan transformatif yang tak hanya menumbuhkan, melainkan mengokohkan nilai, karakter, kapasitas, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Leadership Project
0

PM BAKTI NUSA merupakan para aktivis di lingkungan kampus dan memiliki Leadership Project (Leadpro). Hingga saat ini sudah ada 50 Leadpro ‘excellent product’ berbasis inovasi dengan kekhasan masing-masing yang bertujuan mengurai masalah dan tantangan masa kini di masyarakat.

Setidaknya terdapat empat hal yang menjadi dasar kesadaran program BAKTI NUSA; pertama, kepeloporan Dompet Dhuafa (DD), lembaga filantropi dan kemanusiaan berbasis ZISWAF dan dana sosial lainnya milik umat turut bertanggung jawab mendidik generasi, sebagai manifestasi dari maqashid syariah (terutama poin hifzud-din, hifzun-nafs, dan hifzul-aql). 

Berikutnya, kedua, peluang kontemporer, berupa struktur populasi penduduk Indonesia yang didominasi generasi Z sekitar 27,94% (rentang kelahiran 1997 – 2012), peta kemampuan masa depan yang dinamis berubah, dan prospek penguatan kualitas pendidikan.

Kemudian ketiga, isu sustainable development goals (SDGs), terkait keterlibatan aktif mewujudkan SDGs ke 4 (quality education) dengan agile mindset, growth mindset, long life learning, and experiences learning strengthening; dan keempat, wacana kepemimpinan pemuda yang perlu dikokohkan dari sisi value, kapasitas, dan kompetensinya.

BAKTI NUSA adalah program pengembangan kepemimpinan berkelanjutan (sustainable leadership) bagi aktivis mahasiswa melalui inisiatif sosial pemberdayaan yang mendorong perubahan positif di masyarakat. Kami meyakini bahwa penempaan terbaik sejatinya tidak hanya memindahkan ilmu, melainkan membangun kesadaran nalar kritis dan menggerakkan perubahan.

Tujuan Umum

Membentuk pemimpin muda berkelanjutan (sustainable leaders) dari kalangan mahasiswa aktivis yang tidak hanya mampu memimpin diri dan komunitas, tetapi juga mentransformasi ekosistem sosial melalui inisiatif berdampak yang terus bertumbuh, berjejaring, dan berkelanjutan.

Tujuan Khusus Program

  1. Transformasi karakter dan kepemimpinan pribadi
    Menumbuhkan pemimpin yang memiliki kesadaran nilai, reflektif, tangguh secara emosional, dan berintegritas tinggi, yang menjadi fondasi kepemimpinan sosial jangka panjang;
  2. Penguatan kompetensi sosial dan profesional
    Membekali Awardee dengan keterampilan manajerial, berpikir sistemik,advokasi kebijakan, serta kemampuan membangun dan mengelola kolaborasi lintas sektor;
  3. Akselerasi inisiatif sosial berbasis komunitas
    Mengembangkan dan menguatkan inisiatif sosial Awardee agar memiliki sistem kerja yang dapat direplikasi, diukur dampaknya, dan mampu menggerakkan perubahan sosial di tingkat akar rumput hingga sistemik;
  4. Pelembagaan dampak dan regenerasi sosial
    Mendorong Awardee membangun sistem keberlanjutan, regenerasi kepemimpinan, dan pelembagaan nilai agar inisiatif yang digagas dapat bertahan, berkembang, dan diwariskan;
  5. Integrasi ke ekosistem strategis nasional
    Menghubungkan Awardee ke jaringan alumni, mitra, dan ruang-ruang strategis untuk melanjutkan kontribusi mereka di sektor sosial, pendidikan, teknologi, kebijakan publik, dan lainnya.

II. Ekosistem Pembinaan:
Dari Pengokohan Nilai Hingga Aksi Sosial Kepemimpinan

Selama satu tahun program, awardee BAKTI NUSA menjalani perjalanan kepemimpinan yang mencakup pembinaan nasional, wilayah, dan personal.

 

Domain Nasional: Menajamkan Perspektif dan Kapasitas

Beragam kegiatan strategis dijalankan untuk memperluas wawasan dan menguatkan kapasitas kepemimpinan:

Sustainable Leader Challenge (SLC)

Sustainable Leader Challenge (SLC) merupakan rangkaian kegiatan orientasi dan internalisasi program yang mencakup proses pemahaman terhadap personalized curriculum serta pengukuhan calon awardee BAKTI NUSA yang telah lolos dalam seleksi nasional.

Leadership Project Booster & Incubation merupakan ruang inkubasi ide dan penguatan inisiatif sosial berbasis dampak. Dirancang mendorong praktik kepemimpinan awardee dalam berkontribusi positif kepada masyarakat yang berkelanjutan.

Cross Activist Coaching adalah program pembelajaran lintas wilayah yang dibangun untuk menguatkan nilai-nilai kepemimpinan pada diri Awardee melalui berbagai perspektif serta latar belakang keilmuan yang dimiliki manajer wilayah program BAKTI NUSA dalam menjawab berbagai persoalan dan tantangan kekinian.

Expertise Mentoring merupakan program pendampingan langsung yang melibatkan alumni berpengalaman sebagai mentor. Program ini dirancang untuk mendukung pengembangan kepakaran Awardee melalui sesi mentoring yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.

Leadership Summit & Activist Career Development (ACD) merupakan penguatan reskilling, kesiapan karier, serta adaptasi terhadap dunia kerja masa depan.

Global Experience Program (GEP) adalah Program yang memberikan kesempatan bagi awardee untuk memperluas wawasan dan pengalaman di tingkat global. Melalui program ini, awardee diharapkan mampu memperkuat perspektif kepemimpinan global, meningkatkan kapasitas adaptif terhadap dinamika internasional, serta memperluas jejaring strategis untuk mendukung kontribusi mereka di tingkat nasional maupun global.

Monitoring dan evaluasi merupakan proses sistematis untuk memantau pelaksanaan program serta menilai efektivitas, efisiensi, dan dampaknya, guna memastikan tujuan program tercapai secara optimal sekaligus menjadi dasar perbaikan dan pengambilan keputusan ke depan.

Uji Akhir Program merupakan penilaian akhir oleh Manajemen Pusat dan Manajemen Wilayah kepada awardee BAKTI NUSA untuk memastikan ketercapaian tujuan dan profil program.

National Mission merupakan kegiatan pengukuhan Awardee BAKTI NUSA yang telah menyelesaikan pembinaan selama satu tahun.

Domain Wilayah: Ruang Tumbuh yang Kontekstual

Di tingkat wilayah, pembinaan dilakukan secara intensif melalui Coaching Activist, Silaturahmi Tokoh, dan Maintenance Jejaring Alumni. Pendekatan ini memastikan setiap awardee tumbuh secara personal dan sosial, mendapatkan inspirasi langsung dari tokoh lokal, sekaligus membangun jejaring kontribusi yang berkelanjutan.

Coaching Aktivis

Coaching Aktivis merupakan coaching oleh manajer wilayah dalam aspek spiritual (agama), akademik, leadership, life plan, dll. Kegiatan ini dilakukan minimal satu kali dalam sebulan, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, menguraikan berbagai persoalan, dan membimbing Awardee BAKTI NUSA untuk mencapai rencana hidup mereka.

Silaturahmi Tokoh  merupakan salah satu kegiatan pembinaan BAKTI NUSA yang dirancang untuk memperluas wawasan dan jejaring awardee melalui sesi mentoring dan dialog inspiratif bersama para tokoh berpengaruh di berbagai bidang.

Maintenance Jaringan Wilayah merupakan aktivitas menjalin dan merawat jaringan yang ada di kampus, alumni, tokoh, lembaga, dan media yang ada di wilayah.

Domain Personal: Kepemimpinan yang Membumi

Setiap awardee menjalankan Leadership Project sebagai ruang nyata berlatih memimpin dan melayani. Mereka membuat leadership project, menulis refleksi kepemimpinan, dan menyusun laporan bulanan yang merekam perjalanan belajar, spiritualitas, dan kontribusi sosial mereka. BAKTI NUSA tidak hanya membentuk pemimpin yang pandai berbicara tentang perubahan, tapi menjadi perubahan itu sendiri.

Leadership Project

Leadership Project merupakan proyek sosial yang dibuat dan dikelola setiap Awardee BAKTI NUSA dengan melibatkan sumber daya di sekitarnya sebagai ruang kontribusi berkelanjutan kepada masyarakat dan sekaligus menjadi portofolio kepemimpinan para Awardee.

Opinion Leader merupakan penugasan kepada Awardee BAKTI NUSA untuk membuat gagasan inspiratif atau advokatif di website BAKTI NUSA.

Laporan Bulanan merupakan penyampaian perkembangan aktivitas Awardee setiap bulannya. Pengisian laporan bulanan ini memiliki tujuan untuk mengetahui aktivitas Awardee dalam hal spiritual, akademik, sosial, pengembangan diri, dan lain sebagainya.

Penugasan merupakan aktivitas tambahan yang diberikan kepada Awardee untuk mendukung pengembangan kompetensi secara personal.

III. Dampak & Jangkauan: Dari Kampus ke Akar Rumput

Sepanjang 2025, BAKTI NUSA mengembangkan dan memberdayakan 54 awardee Angkatan 14 yang tersebar di 15 kampus dan 13 wilayah Indonesia, dari Jakarta hingga Padang, dari Surabaya hingga Medan.

Mereka melahirkan 54 leadership project yang menyentuh isu-isu nyata, pendidikan anak marginal, literasi digital, kesehatan masyarakat, ekonomi mikro, lingkungan, dan teknologi sosial. Dari proyek-proyek ini, tercatat 4.188 penerima manfaat langsung, 6.154 relawan yang terlibat aktif, yang seluruhnya merupakan bagian dari gerakan kepemimpinan yang tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi berakar di masyarakat.

BAKTI NUSA menjadi bukti bahwa kepemimpinan sejati dimulai dari keberpihakan dan kebermanfaatan.

IV. Capaian & Prestasi: Dari Kampus ke Dunia

Sepanjang 2025, BAKTI NUSA mengembangkan dan memberdayakan 54 awardee Angkatan 14 yang tersebar di 15 kampus dan 13 wilayah Indonesia, dari Jakarta hingga Padang, dari Surabaya hingga Medan.

Mereka melahirkan 54 leadership project yang menyentuh isu-isu nyata, pendidikan anak marginal, literasi digital, kesehatan masyarakat, ekonomi mikro, lingkungan, dan teknologi sosial. Dari proyek-proyek ini, tercatat 4.188 penerima manfaat langsung, 6.154 relawan yang terlibat aktif, yang seluruhnya merupakan bagian dari gerakan kepemimpinan yang tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi berakar di masyarakat.

BAKTI NUSA menjadi bukti bahwa kepemimpinan sejati dimulai dari keberpihakan dan kebermanfaatan.

VI. Kilas Momentum Pembelajaran: Belajar, Berjejaring, dan Bertumbuh Sustainable Leaders Challenge (SLC): Meneguhkan Identitas Pemimpin

Merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengintegrasikan orientasi, internalisasi program, dan pengukuhan bagi para calon Awardee dari program BAKTI NUSA. Kegiatan ini ditujukan kepada individu-individu yang telah berhasil melewati proses seleksi nasional yang ketat. Melalui SLC, para peserta tidak hanya diperkenalkan pada visi, misi, dan nilai-nilai program BAKTI NUSA, tetapi juga diberikan pembekalan untuk memperkuat komitmen, wawasan, persiapan kurikulum individu dan kompetensi mereka sebagai calon pemimpin masa depan. SLC menjadi wadah strategis untuk membangun fondasi yang kokoh, mempererat solidaritas antar peserta, dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan serta kontribusi nyata dalam masyarakat.

Tujuan kegiatan:

  1. Internal Knowledge Fulfillment (Pemenuhan kebutuhan pengetahuan berkaitan dengan pihak-pihak internal yang saling terintegrasi terhadap BAKTI NUSA);
  2. Accelerate Gen-BA! (Menguatkan wawasan dan skill berkaitan dengan nilai-nilai BAKTI NUSA)
  3. The Solidity Space (Membangun soliditas tim dan komitmen bersama dalam mencapai tujuan program);
  4. Collaboration Space (Membangun dan menguatkan aliansi kepemimpinan strategis masa depan).

Global Experience Program (GEP): Menembus Batas Negeri

Global Experience Program (GEP) adalah program pembinaan yang diinisiasi oleh BAKTI NUSA untuk membuka peluang bagi Awardee dalam mengembangkan wawasan dan keterampilan di tingkat global. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang dinamika profesional melalui pengalaman magang di luar negeri. Selain meningkatkan kompetensi teknis, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk memperluas jejaring internasional, memahami budaya kerja global, serta mengasah kemampuan kepemimpinan di lingkungan multikultural. Dengan pengalaman ini, diharapkan mereka dapat berkontribusi lebih luas bagi masyarakat dan menjadi pemimpin yang memiliki perspektif global serta jiwa kebermanfaatan yang tinggi.

Tujuan Kegiatan:

  1. Meningkatkan Kompetensi Global
    Membekali peserta dengan keterampilan teknis dan pemahaman mendalam tentang dinamika profesional di berbagai negara, sehingga mereka siap bersaing di tingkat internasional;
  2. Mengembangkan Kepemimpinan Multikultural
    Melatih peserta dalam kepemimpinan yang adaptif dan inklusif melalui pengalaman langsung di lingkungan kerja global yang multikultural;
  3. Memperluas Jejaring Internasional
    Memberikan kesempatan bagi peserta untuk membangun koneksi dengan profesional, mentor, dan komunitas global yang dapat mendukung pengembangan karier dan kontribusi sosial.

National Mission: Misi Kepemimpinan Pasca Kampus

National Mission (NM) diadakan untuk mengukuhkan seluruh Awardee yang telah selesai menjalankan seluruh rangkaian pembinaan program BAKTI NUSA (Nasional, Wilayah, Personal) menuju dimensi paska kampus. Rangkaian kegiatan National Mission terdiri dari Materi Kepemimpinan (Leadership, Karir, Membangun Keluarga, dan Berkontribusi untuk Bangsa), serta diakhiri dengan kegiatan team building.

Tujuan Kegiatan:

  1. Menguatkan ‘soft skill’ serta nilai-nilai kepemimpinan pada diri Awardee di akhir program;
  2. Membangun komitmen & kesungguhan pada diri Awardee untuk berkontribusi menjawab tantangan masa depan;
  3. Ajang soliditas serta solidaritas para Awardee dalam membangun ekosistem kepemimpinan yang menjawab permasalahan keumatan;
  4. Rapor kepemimpinan 54 Awardee BAKTI NUSA.

IX. Impact Story Awardee BAKTI NUSA Angkatan 14

Ahmad Yusuf Subandi (Menumbuhkan Harapan Melalui Etno Adventure)

Awardee BAKTI NUSA Angkatan 14 Regional Makassar
Founder Etno Adventure-Mahasiswa Universitas Hasanuddin

Sebelum bergabung dengan BAKTI NUSA, saya sempat merasa tidak memiliki arah yang jelas. Sebagai mahasiswa Teknik Elektro, saya sering merasa tertinggal dibanding teman-teman lain yang unggul dalam bidang teknis. Saya mencoba banyak hal mulai dari mengikuti lomba, mengerjakan proyek pendanaan, hingga terlibat di berbagai kegiatan sosial akan tetapi semua terasa tidak berkelanjutan. Saya tahu saya memiliki kemampuan manajerial dan komunikasi yang baik, namun belum menemukan wadah yang bisa mengarahkan potensi tersebut.

Perubahan besar dimulai ketika seorang senior menyarankan saya untuk mendaftar beasiswa BAKTI NUSA, sebuah beasiswa kepemimpinan yang menumbuhkan karakter dan arah kontribusi nyata di lingkungan masyarakat. Alhamdulilah setelah mencoba untuk memberanikan diri mendaftar Beasiswa saya dinyatakan lolos dan menjadi salah satu awardee BAKTI NUSA angkatan 14. Setelah bergabung bersama beasiswa BAKTI NUSA, saya mulai yakin untuk terus menata diri dan menghidupkan kembali Etno Adventure,  sebuah project kepemimpinan yang saya inisiasi, proyek ini merupakan program turunan atau lanjutan dari Pekan Kreativitas Mahasiswa.

Melalui pendampingan dan pembinaan dari BAKTI NUSA, saya belajar memimpin dengan visi, mengelola tim, dan membangun keberlanjutan. Program ini menumbuhkan self maturity, meneguhkan arah pengabdian, serta mengajarkan bahwa kepemimpinan bukan soal menjadi yang paling depan, tetapi tentang menggerakkan bersama.

Impact melalui pengelolaan Leadership Project: Etno Adventure

Berawal dari keresahan terhadap keterbatasan akses pendidikan anak-anak di desa, saya melihat langsung bagaimana pelajaran terasa membosankan dan jauh dari kehidupan mereka. Dari gagasan kecil itu lahirlah Etno Adventure, komunitas pembelajaran berbasis budaya lokal yang menggunakan pendekatan hands-on learning dan games-based learning.

Inspirasi awal datang dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) melalui media pembelajaran 3D Puzzle Bola Ugi, yang mengajarkan geometri melalui rumah adat Bugis. Proyek sederhana ini kemudian berkembang menjadi berbagai inisiatif seperti:

  • Etno Festival, ajang lomba edukatif dan seni budaya yang melibatkan 13 sekolah dasar;
  • EtnoColiving, program nilai budaya Bugis 3S (Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge) yang melibatkan 40 anak dan 12 relawan muda;
  • Peer Educator, kegiatan edukasi lingkungan untuk 17 anak disabilitas di SLBN 1 Gowa;
  • Etno Ramadhan, kegiatan berbagi dan belajar bersama anak-anak panti asuhan.

Program-program ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan anak, relawan, dan masyarakat dalam suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Perjalanan ini tidak selalu mudah. Etno Adventure sempat vakum selama delapan bulan karena kesibukan studi anggota tim. Dari situ saya belajar bahwa kepemimpinan bukan sekadar semangat, tetapi tentang menjaga keberlanjutan dan komunikasi yang terbuka. Saya belajar membangun tim, menghadapi kegagalan, dan tetap bergerak bersama. Tantangan terbesar bukan pada dana, tetapi menjaga semangat agar terus menyala baik di dalam diri, maupun di dalam tim.

Kini, dampak nyata mulai terlihat. Anak-anak kembali merasakan bahwa belajar itu menyenangkan dan bermakna. Mereka mengenal budaya sendiri, memahami pelajaran dengan cara baru, dan menemukan kebanggaan terhadap daerahnya. Para relawan muda juga berkembang menjadi individu yang lebih peka dan bertanggung jawab.
Bagi saya pribadi, Etno Adventure telah membentuk karakter kepemimpinan yang lebih matang: sabar, terbuka, dan mampu melihat potensi orang lain.

“Melalui Etno Adventure saya belajar bahwa kepemimpinan bukan tentang menjadi yang paling depan, tetapi tentang membuat semua orang berjalan bersama.”
Wilayah Program
0
Kampus
0
Mahasiswa
0
Adik Asuh
0

Rekam Jejak Manifestasi Tempaan Kepemimpinan

Pada 2023, sebanyak 32.545 orang menjadi penerima manfaaat Leadership Project BAKTI NUSA angkatan 12. Total penerima manfaat leadership project berbasis daring sebanyak 47.151 dengan total konten media sosial sebanyak 2.723.

Guna memasifkan pesan dan dampak leadership project bagi masyarakat luas, para penerima manfaat BAKTI NUSA 12 berkolaborasi dengan 263 mitra strategis di seluruh wilayah program.

orang
0

Mitra Kerjasama

BAKTI NUSA

Jumlah Dana yang tersalurkan ke Awardee BAKTI NUSA Angkatan 14 sejumlah Rp 1.000.000.000 (Satu Miliyar Rupiah), memperkuat investasi sosial untuk lahirnya pemimpin masa depan yang berkelanjutan.

Mitra Kampus

BAKTI NUSA

Galeri

BAKTI NUSA