Institut Kemandirian adalah lembaga pelatihan vokasi dan inkubasi bisnis yang hadir untuk mencetak generasi muda yang mandiri, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia wirausaha. Berdiri sejak 2005 di bawah naungan Dompet Dhuafa, lembaga ini memadukan pembekalan hardskill, soft skill, hingga life skill dalam suasana belajar yang humanis dan berorientasi pada pemberdayaan.
Dengan beragam program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri serta pendampingan inkubasi usaha, Institut Kemandirian tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan karakter, kepercayaan diri, serta semangat produktif pada setiap peserta. Melalui berbagai kolaborasi dan inovasi, IK terus berkembang sebagai ruang yang menumbuhkan harapan dan peluang baru bagi masyarakat untuk bangkit, berkarya, dan menjadi mandiri secara ekonomi.
Sepanjang tahun 2025 (Januari – November), Institut Kemandirian telah membuka berbagai kelas pelatihan di berbagai daerah di Indonesia.
Sebanyak 12 jurusan dengan total peserta latih 427 orang telah dijalankan di Institut Kemandirian. Selain jurusan yang berfokus pada keterampilan praktis, jurusan Migrant Bright Go Home yang menyasar Pekerja Buruh Migran di Hongkong telah disiapkan khusus menguatkan kompetensi PMI dalam mengelola usaha setelah kembali ke Indonesia.
Jurusan pelatihan yang dibuka selama tahun 2025 ini memperhatikan kebutuhan pasar dimana kerjasama dengan mitra offtaker dan juga potensi berwirausaha dengan modal ringan menjadi point utama dibukanya jurusan tersebut di Institut Kemandirian. Hal ini perlu menjadi perhatian agar alumni yang dihasilkan dari pelatihan mendapatkan peluang besar untuk mendapatkan penghasilan dari keterampilan yang dimiliki.
Semangat meluaskan manfaat mendorong Institut Kemandirian tidak hanya menyediakan asrama di Kampus Utama Karawaci yang memungkinkan peserta dari luar daerah mengikuti pelatihan, namun juga menyelenggarakan pelatihan di berbagai daerah dengan konsep Satelit Kemandirian, termasuk di luar negeri.
Sebanyak 8 titik Satelit Kemandirian telah diaktivasi selama 2025, terdiri dari 7 Satelit Kemandirian dalam negeri dan 1 Satelit Kemandirian luar negeri. Pemilihan titik satelit menekankan pada hasil assessment terhadap tingkat pengangguran di titik tersebut, serta potensi wilayah dan pasar yang siap menyerap alumni pelatihan.
Kurikulum praktis dan aplikatif dengan porsi praktek yang lebih banyak yaitu 70% dan teori sebanyak 30%, dan dengan pendampingan persiapan kerja dan wirausaha berupa penguatan soft skill, penyaluran kerja, dan inkubasi usaha mampu menghasilkan SDM terampil dan siap kerja.
Sebanyak 28% alumni pelatihan 2025 telah mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha mandiri dan 37% alumni telah dibekali keterampilan teknis dan penguatan karakter sehingga Siap Bekerja di dunia industri, sedangkan 28% peserta masih menjalani program pelatihan. Capaian ini tidak lepas dari kontribusi dan kolaborasi dengan mitra donor, mitra pelatihan, mitra magang, dan juga mitra offtaker.
Institut Kemandirian melihat bahwa permasalahan pengangguran dan kesenjangan keterampilan SDM dengan kebutuhan industri tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di luar negeri.
Banyaknya jenis profesi yang ada maka untuk mengoptimalkan capaian strategis Institut Kemandirian perlu menempatkan diri sebagai Lembaga yang bergerak di pelatihan profesi tertentu yang tidak hanya bicara tentang pelatihan namun juga ekosistem usaha alumni.
Kemandirian ekonomi merupakan target utama dari intervensi yang dilakukan, dan lebih dari itu bahwa melahirkan alumni yang juga memberikan kontribusi pada peradaban sosial adalah sebuah tantangan yang perlu disiapkan.
Maka menjelang 2026, Institut Kemandirian merancang fokus strategis yaitu Global. Spesifik, dan Berdampak. Setelah berhasil bekerjasama dengan KJRI Hongkong, BNI Remittance Hongkong, dan Dompet Dhuafa Cabang Hongkong, maka Institut Kemandirian semakin percaya diri bahwa di tahun 2025 Institut Kemandirian akan mengambil peran di ruang yang lebih luas dan lebih berdampak yaitu Go Asia Pacific.
No | Pelatihan | Jumlah PM |
|---|---|---|
1 | Pelatihan Barista | 82 |
2 | Pelatihan Mengemudi | 16 |
3 | Pelatihan Data Analis | 60 |
4 | Pelatihan Content Creator | 50 |
5 | Pelatihan Digital Marketing | 70 |
6 | Pelatihan Menjahit | 35 |
7 | Pelatihan Pangkas Rambut | 14 |
8 | Pelatihan Maternity Spa | 30 |
9 | Pelatihan Service AC | 39 |
10 | Pelatihan Security | 23 |
11 | Pelatihan STUKA (Sekolah Tukang Ahli) | 18 |
12 | Pelatihan UpSkilling AC | 12 |
13 | Pelatihan Service Motor | 26 |
14 | Pelatihan Video Editor | 7 |
15 | Pelatihan Terapis Spa | 15 |
16 | Pelatihan Desain Grafis | 7 |
Total dana yang tersalurkan adalah Rp. 5.625.479.047,- dengan rincian sebagai berikut:
Sumber dana Reguler Dompet Dhuafa sebesar
Rp 3.419.761.001.- ;
Sumber dana LEC sebesar
Rp 130.500.000,-
Sumber dana Paragon sebesar
Rp. 1.147.043.046,-
Sumber dana YWIB-IK sebesar
Rp. 928.175.000,-