Pesantren Tahfizh Green Lido (PTGL) adalah program investasi sumber daya manusia yang dibangun melalui ekosistem pendidikan tahfiz berbasis pendidikan nonformal setingkat SMA. PTGL mengintegrasikan model pembinaan tahfiz Al-Qur’an, kepemimpinan, dirasah Islamiyah, dan praktik ekonomi hijau yang berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan tidak hanya mencetak penghafal Quran berjiwa pemimpin, tetapi PTGL juga membangun kemandirian dan memiliki orientasi terhadap keberlanjutan lingkungan.
Dengan konsep Green Campus, PTGL berfungsi sebagai laboratorium pengembangan model pendidikan yang mengintegrasikan aspek kognitif, spiritualitas, dan produktivitas. Santri tidak hanya belajar menghafal dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga terlibat dalam pembelajaran praktik. Misalnya, pengelolaan greenhouse hidroponik, kepemimpinan sosial, dan inovasi berbasis nilai. Misi jangka panjang PTGL adalah menjadi salah satu portofolio model pendidikan alternatif yang unggul dan bertransformasi secara berkelanjutan berbasis pengembangan wakaf produktif.
PTGL menempati sebuah kawasan di Jalan Manggis Mangir RT. 04 RW. Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Saat ini, ada 23 orang santri yang menempati kawasan tersebut. Mereka merupakan Angkatan 6 dan 7. Sebelumnya, PTGL telah meluluskan 49 orang yang terbagi dalam lima angkatan.
Program pembinaan santri eTahfizh di PTGL mengacu kepada kurikulum khasnya, yaitu, Uswah Leadership Model. Kurikulum ini mencakup tiga core activity, yaitu pembinaan tahfizhul Qur’an, pembelajaran dirasah Islamiyah dan bahasa, serta pembinaan kepemimpinan.
Pembinaan tahfizhul Qur’an mencakup tahsin dan tahfiz dengan metode 6M: membaca, menghafal, menulis, memahami, mengamalkan, dan mengajarkan. Metode ini dilaksanakan dengan sistem halaqah pada setiap harinya. Santri diberikan beban target setoran ziyadah 30 juz pada tahun pertama, setoran murajaah 15 juz pada tahun kedua, dan setoran murajaah 30 juz pada tahun terakhir pembinaan. Dengan metode itu, diharapkan santri dapat menjadi hafiz dengan profil lulusan mutqin 30 juz.
Pembelajaran dirasah Islamiyah dilaksanakan pada tahun kedua semester genap atau ketika santri duduk di Kelas XI. Dirasah Islamiyah mencakup akidah, fikih, ulumul Qur’an, ulumul hadits, ulumut tafsir, ushul fiqh, dan sirah. Adapun pembelajaran bahasa dimaksud adalah bahasa Arab yang mencakup nahwu, sharf, muthala’ah, dan imla. Materi tersebut diajarkan pada semester ganjil tahun kedua pembinaan. Sementara Bahasa Inggris–yang merupakan salah satu dari mata pelajaran Paket C–diajarkan di setiap kelas.
Pembinaan kepemimpinan dilaksanakan sepanjang masa pembinaan santri di eTahfizh. Sesuai dengan nama kurikulumnya, Uswah Leadership Model, target pembinaan kepemimpinan ditujukan untuk mencapai kompetensi integritas (shiddiq), cendikia (fathanah), kompeten (amanah), dan transformatif (tabligh).
Kepemimpinan ranah integritas diimplementasikan dalam bentuk pembinaan ibadah dan adab harian, QOMANDAN, KPS untuk santri baru, Recharge Excellent, serta kajian kutub turats. Kepemimpinan ranah cendekia diimplementasikan dalam bentuk kegiatan Book Sharing, pembelajaran Paket C, Kelas Menulis, Rihlah Ilmiyah, dan Forum Debat. Kepemimpinan ranah kompeten dalam bentuk kegiatan bimbingan Penyusunan Life Plan, Kelas Inspirasi, Talent Mapping, Camp Bahasa, pelatihan-pelatihan, berorganisasi, serta kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Sementara kepemimpinan ranah transformatif dilakukan dalam bentuk kegiatan SANGAJI (Santri Mengajar Ngaji), pengelolaan event, menjadi khatib dan imam salat, serta kegiatan lembaga lainnya. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memperluas jangkauan penerima manfaat tidak langsung.
Pembinaan kepemimpinan di asrama eTahfizh dilaksanakan secara terarah melalui berbagai kegiatan yang menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan kemandirian kepada santri. Program ini mencakup empat aspek utama:
Selama tahun 2025, pembinaan ini menunjukkan hasil positif. Santri menjadi lebih disiplin, percaya diri, dan mampu bekerja sama dengan baik. Pembinaan kepemimpinan di eTahfizh cukup efektif dalam membentuk karakter santri yang mandiri, bertanggung jawab, dan berjiwa pemimpin Qur’ani.
PTGL yang berdiri di atas bukit hijau di Lido, Sukabumi, tidak hanya mengajarkan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menanam harapan. Berdirinya menjadi perwujudan inisiatif wakaf produktif dari Dompet Dhuafa yang menggabungkan nilai-nilai spiritual, kemandirian, dan keberlanjutan.
PTGL bukan sekadar tempat belajar. Ia adalah ekosistem. Di sana, santri dari keluarga duafa terpilih bukan hanya menghafal ayat demi ayat. Namun, mereka juga belajar menanam, mengelola air, berdakwah, dan memimpin. Mereka tinggal di asrama yang dibangun dari wakaf, makan dari hasil pertanian yang mereka rawat sendiri, serta tumbuh dalam suasana yang mendidik jiwa dan raga.
Sepanjang hari, lantunan hafalan bergema di antara pohon-pohon yang rindang. Pada hari libur, tangan-tangan muda menyiram tanaman, membersihkan green house, dan berdiskusi tentang kepemimpinan. Malamnya jelang rehat, mereka menulis refleksi, menyusun rencana dakwah, atau sekadar berbagi cerita tentang turning point mereka: sebuah momen ketika Al-Qur’an benar-benar menjadi cahaya dalam hidup.
PTGL adalah bukti bahwa pendidikan Islam bisa berwawasan lingkungan. PTGL adalah realisasi bahwa wakaf bisa produktif. PTGL menjadi tekad bahwa anak-anak duafa bisa menjadi pemimpin masa depan. Di Lido, ayat-ayat suci tidak hanya dihafal, tapi dihidupkan, dalam tindakan, dalam karakter, dalam kontribusi sosial.
Selayak benih yang ditanam di tanah subur, PTGL tumbuh bukan hanya untuk dirinya sendiri. Ia dirancang untuk direplikasi, untuk menjadi model, untuk menjadi inspirasi. Karena peradaban besar selalu dimulai dari tempat-tempat kecil yang dijaga dengan cinta, ilmu, dan visi.
Salah satu program pengembangan diri untuk santri PTGL adalah mengikuti beragam kompetisi. Pada tahun 2025 ini, prestasi santri PTGL di antaranya:
Selain melakukan pembelajaran sehari-hari, PTGL juga memiliki beberapa acara besar, baik untuk santri maupun masyarakat sekitar. Berikut ini adalah beberapa hajat besar yang dilakukan selama tahun 2025:
Tasmi’ Kubro di masjid-masjid sekitar PTGL.
Berikut ini adalah daftar mitra pada tahun 2025. Para mitra ini telah bekerja sama untuk menyelenggarakan pembelajaran terbaik bagi para santri PTGL.
Sampai dengan akhir Oktober 2025, PTGL menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) sebesar Rp529.098.157,00.